Apa Itu Aperture, Shutter Speed, ISO pada Kamera dan Cara Kerjanya

hosting indonesia

Sebuah foto yang apik tidak terlepas dari alat yang digunakan dan kemampuan si pemotret. Kemampuan dalam berfotografi memang perlu dimiliki agar seseorang dapat menghasilkan jepretan yang bagus dan komposisi yang pas.

Selain memiliki kemampuan untuk menemukan objek dengan angle yang tepat, terdapat beberapa istilah dan teknik yang perlu dimengerti dan dikuasai agar jepretan yang dihasilkan menjadi lebih sempurna. Salah satunya adalah fitur pengaturan yang ada di setiap kamera.

Terdapat tiga pengaturan penting yang perlu diketahui agar memaksimalkan hasil jepretan, yaitu aperture, shutter speed, dan ISO.

Berikut adalah penjelasan dan teknik menggunakan setiap fitur pengaturan tersebut:

  1.  Aperture

    Aperture atau juga disebut dengan bukaan diafragma adalah pengaturan kamera yang mengontrol atau mengendalikan jumlah cahaya yang ditangkap oleh lensa.

    Aperture juga mengatur besaran keburaman pada objek atau latar belakang objek. Dengan kedua fungsi tersebut, seseorang dapat mengatur jumlah cahaya yang masuk dan menentukan tingkat kedalaman atau keburaman latar belakang sebuah foto.

    Satuan atau istilah yang digunakan untuk menunjukkan seberapa besar aperture yang digunakan adalah f-number (penulisannya adalah f/angka), seperti f/1.8, f/5.6, f/22, dan lainnya.

    Semakin kecil f-number, bukaan yang dibentuk oleh bilah aperture atau aperture blade akan semakin besar sehingga disebut dengan aperture besar.

    Sebaliknya, semakin besar f-number, bukaan yang dibentuk oleh bilah aperture akan semakin kecil sehingga disebut dengan aperture kecil.

    Untuk mengatur jumlah cahaya yang masuk, besaran aperture perlu diperhatikan. Dengan f-number yang kecil atau aperture besar, jumlah cahaya yang masuk akan besar.

    Sementara itu, dengan f-number yang besar atau aperture kecil, jumlah cahaya yang diterima akan kecil.

    Jadi, jika ingin memotret objek dalam sebuah ruangan yang cenderung redup, akan lebih baik jika menggunakan f-number yang kecil karena bukaan aperturenya akan besar.

    Selain untuk pencahayaan, aperture juga digunakan untuk menciptakan depth-of-field atau fokus pada foto. Dengan f-number yang kecil atau aperture besar, depth-of-fieldnya akan kecil atau dangkal.

    Hal tersebut akan menyebabkan fokus ditetapkan pada objek latar depan sehingga latar belakang akan menjadi buram.

    Sebaliknya, jika menggunakan f-number yang besar atau aperture kecil, depth-of-fieldnya akan besar sehingga semua objek yang ada di foto akan fokus, baik itu di latar depan maupun latar belakang. Jadi, jika ingin menciptakan latar belakang yang buram agar hanya objek di depan yang terlihat jelas, gunakanlah f-number yang kecil atau aperture besar.

  2. Shutter Speed

    Fitur pengaturan shutter speed pada kamera memungkinkan Anda untuk mengatur waktu yang dibutuhkan untuk shutter kamera terbuka sehingga memengaruhi cahaya yang tertangkap sensor kamera.

    Shutter speed biasa digunakan jika seseorang ingin menangkap gambar yang bergerak. Hasil foto bisa tajam maupun terkesan blur, tergantung tujuan yang ingin dicapai.

    Istilah yang digunakan untuk menulis keterangan shutter speed ditampilkan dalam hitungan detik atau pecahan detik, seperti 1 s, 1/4 s, 1/50 s, 1/300 s, dan lainnya.

    Semakin kecil angka shutter speed, foto yang dihasilkan akan semakin tepat atau jernih. Hal tersebut dikarenakan kamera membidik dengan sangat cepat sehingga sekecil atau sebesar apapun gerakan itu akan tertangkap oleh kamera secara cepat.

    Berbeda halnya jika angka shutter speed yang ditetapkan besar. Semakin besar angka shutter speed, semakin terlihat efek blur yang dihasilkan pada foto.

    Karena waktu untuk kamera membidik gerakan tersebut lama, akan tercipta efek blur yang dihasilkan dari gerakan tersebut.

    Contohnya, jika Anda ingin menghasilkan foto seseorang yang tidak menapak di tanah setelah melompat tinggi, gunakanlah pengaturan shutter speed yang cepat atau angka yang kecil.

    Tetapi, jika Anda ingin menangkap cahaya lampu mobil dan menjadikannya seperti garis panjang, gunakanlah pengaturan shutter speed yang lambat atau angka yang besar.

  3. ISO Speed

    ISO speed atau kecepatan ISO menandai kepekaan kamera terhadap cahaya yang masuk atau datang.

    Biasanya, seseorang akan mengatur ISO kamera saat ingin menambahkan pencahayaan atau sengaja memberi kesan cahaya yang redup.

    Pengaturan ISO pun dapat digabungkan dengan aperture dan shutter speed agar memaksimalkan kualitas cahaya foto sesuai yang diinginkan.

    Dalam keterangan foto, ISO akan ditulis bersamaan dengan besaran angkanya, seperti ISO 100, ISO 480, ISO, 2300, dan seterusnya.

    Dengan menggunakan ISO tinggi, Anda akan mendapatkan hasil foto yang terang walaupun cahaya di seklilingnya tidak mendukung. Karena, semakin tinggi ISO, sensivitas atau kepekaan terhadap cahaya akan lebih besar.

    Sedangkan, hasil foto yang menggunakan ISO rendah akan menghasilkan foto yang cenderung gelap jika cahaya di sekelilingnya kurang memadai.

    Sehingga, jika ingin menghasilkan foto yang lebih terang menggunakan ISO yang rendah, Anda butuh menambahkan flash light atau lampu kilat.

hosting indonesia
About Yogi Juliyanto 201 Articles
Saya ingin melihat-lihat untuk mendapatkan ide segar dan kadang-kadang hanya duduk dan bekerja di depan komputer berjam-jam.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*