Serba-serbi Privasi di WhatsApp

hosting indonesia

Sebagian besar orang Indonesia kurang peduli dengan privasi di WhatsApp atau aplikasi chat dan media sosial lainnya. Ini menyebabkan orang lain merasa biasa saja ketika kepo dengan isi WhatsApp kalian.

Misalnya, ketika kalian sedang nongkrong bareng teman, lalu tiba-tiba sebuah pesan muncul di layar smartphone. Saat itu kalian lagi bertengkar dengan pacar. Melihat ada kesempatan, si teman ini mengintip layar smartphone kalian tanpa rasa bersalah dan berkomentar, “Kenapa pacarmu?”. Merasa terganggu dengan pertanyaan teman kalian ini?

Ini cuma salah satu contoh. Masih banyak kejadian lain yang menggambarkan ketidakpedulian orang terhadap privasi.

Di akhir sesi hari itu, WhatsApp mengajak pengunjung untuk berbagi pendapat mereka tentang privasi pada secarik kertas, kemudian dikunci dalam gembok dan digantung pada sebuah frame yang terbuat dari logam. Ini adalah simbolisasi keamanan percakapan di WhatsApp.

Hampir seluruh tulisan mengindikasikan bagaimana privasi menjadi perhatian penting dalam berkomunikasi dengan teman, keluarga, dan rekan kerja mereka. Berikut adalah hal-hal yang dipelajari oleh pengunjung terkait privasi yang mereka tuliskan di Facebook Café

1. Privasi adalah urusan pribadi

Salah satu cara pengunjung untuk mengartikan privasi dimulai dengan bertanya kepada dirinya masing-masing, apakah hal ini penting? Jawabannya, tentu saja penting!

Sebagian besar pengunjung mengutarakan persepsi terhadap privasi dengan menuliskan, “Privasi adalah urusan pribadi yang seharusnya tidak diumbar”, “Privasi bukan untuk konsumsi publik”, dan “Privasi adalah kepunyaan seorang diri dan harus dijaga”.

2. Kalian punya kendali mengatur privasi di WhatsApp

Pesan kuat yang disampaikan oleh banyak pengunjung adalah kita yang bertanggung jawab untuk mengendalikan privasi diri sendiri. Seorang pengunjung bahkan menulis, “Privasi adalah ketika aku memutuskan apa yang akan aku bagi, kapan, dan kepada siapa aku akan berbagi.”

Selain itu, kita juga yang harus belajar cara untuk memaksimalkan fitur-fitur privasi dan keamanan dalam aplikasi. WhatsApp memaksimalkan privasi dan keamanan ketika kalian menggunakan platform ini, semudah mengetuk tombol setelan atau setting.

Kalian memiliki kendali untuk menyesuaikan tingkat privasi kalian dengan mematikan Laporan Dibaca atau Read Receipts guna mencegah orang lain untuk mengetahui bahwa kalian telah membaca pesannya.

3. Percakapan di WhatsApp terjaga

Percakapan kalian di WhatsApp berada dalam genggaman kalian sendiri. Fitur enkripsi ujung ke ujung atau end-to-end encryption pada WhatsApp memastikan hanya kalian dan orang yang sedang berkomunikasi dengan kalian yang dapat membaca pesan yang terkirim.

Tidak ada pihak lain, bahkan WhatsApp, tidak dapat membacanya. Kalian tidak perlu khawatir untuk berkirim pesan kasih sayang kepada orang-orang terdekat melalui WhatsApp, karena pesan tersebut hanya akan tersimpan antara kalian dan dia.

4. Verifikasi dua langkah bikin WhatsApp kalian lebih aman

Verifikasi dua langkah atau two-step verification merupakan fitur tambahan keamanan dalam akun kalian. Fitur ini merupakan pertahanan terbaik agar akun kalian terhindar dari serangan para peretas.

Ketika kalian berhasil mengaktifkan verifikasi dua langkah, setiap upaya untuk memverifikasi nomor telepon kalian di WhatsApp harus disertai dengan 6 digit PIN yang kalian buat dalam menggunakan fitur ini.

Untuk mengaktifkan verifikasi dua langkah, kalian tinggal buka WhatsApp > Pengaturan > Akun > Verifikasi Dua Langkah > Aktifkan.

hosting indonesia
Yogi Juliyanto
About Yogi Juliyanto 138 Articles
Saya ingin melihat-lihat untuk mendapatkan ide segar dan kadang-kadang hanya duduk dan bekerja di depan komputer berjam-jam.

Be the first to comment

Leave a Reply